Friday, April 12, 2013

Persembahan tulus dari yang terkasih untuk pelangi dihidupnya.. (III)



1 april 2012

Kini aku harus menelan pahit akan mencintainya selama ini. Namun kudapati bahwa aku bisa bertahan. Aku sadar, aku merasakan kepedihan itu. perasaan kehilangan yang terpancar keluar dari dadaku, mengirimkan gelombang kesakitan kesekujur tubuhku. Tapi semua itu masih bisa aku tahan. Aku bisa melewatinya. Walaupun rasanya kepedihan itu tidak melemah seiring berjalannya waktu, tapi aku semakin kuat untuk menahannya. Dan setelah apa yang telah dia lakukan, perasaan ini masih saja tertanam terlalu kuat dengan segala rapuh yang aku miliki.

Aku tersadar tidak ada apa-apa yang bisa dicari, atau bahkan tidak ada yang bisa ditemukan didalam diriku. Karna kini tak pernah ada apa-apa lagi untukku. Tidak ada apa-apa kecuali kehampaan yang dia tinggalkan.

Mungkin jika dia mengabaikanku dan benar-benar menancapkan perih ini dengan dalam aku akan lebih mudah untuk membencinya. Akan lebih mudah untuk dapat mencintai orang lain yang datang silih berganti. Tapi tidak ada celah, tidak ada ruang yang sanggup mengalahkan tempat yang mungkin sekarang telah berdebu. Tapi dia masih saja ada dihidupku, seolah dia tidak pernah benar-benar meninggalkanku. Seolah pedulinya adalah nafas untukku.

Ini sulit, lebih dari pada yang bisa dia bayangkan.
 ***

10 oktober 2012

Bayangannya masih mengekor dibalik punggungku kemanapun aku pergi. Menciptakan tempat sendiri di belakang tubuhku yang masih bisa aku tengok namun sudah tak sanggup aku raih. Ya, dia memang hanya sekedar bayangan.

Tidak seperti seseorang yang saat itu berada disampingku dan menggengam tanganku dengan kuat dibalik setiap binar matanya. Berharap aku akan tetap berada disisinya. Ya, aku tahu hidupku harus tetap berjalan dengan atau tanpa sosok masa lalu yang kerap aku rindukan sepenuh hati.

Dengan segala bimbang dan ragu, aku tersenyum dan mengganguk malam itu. diringi oleh hujan diluar dia memelukku erat. 
Dan tepat ditanggal yang sama, meski dibulan yang berbeda, aku kembali berjanji untuk belajar mencintai orang lain mulai saat ini..
 ***

Epilog 2013

aku dapat mencintainya. Ya, meski dengan segala sisi yang berbeda. Aku mulai membutuhkan sosoknya yang menutup luka hati dengan rapat, meski tidak sanggup mengembalikannya seperti sedia kala. Masa laluku memang hanya masa lalu, meskipun masa depanku juga belum dapat aku raba karna perbedaan yang masih membelit hubunganku. Tapi apa yang dapat aku perbuat ? meratapi ? tidak, aku harus tetap berjalan dan berpijak membawa hati ketempat yang seharusnya. Dan mendoakan masa laluku dengan ikhlas sambil menyampaikan pelukan perpisahan.

Persembahan tulus dari yang terkasih untuk pelangi dihidupnya.. (II)



25 oktober 2011

Aku kembali bangkit. sekarang aku tahu dia tak mencintaiku seperti yang aku kira. Tapi aku tetap bersamanya dan menerima saja semua yang dia lakukan. Aku tau dia bisa berubah. Bukan untuk sebuah ambisi, tapi untuk sebuah perasaan yang sudah jatuh terlalu dalam. Untuk sebuah hati yang tak mungkin utuh lagi bila tanpanya. memang Apa yang bisa aku perbuat sekarang? 

Menyerah? Setelah semua pengorbanan untuk bersamanya? Aku tidak akan menyerah ! aku disini bertahan karnanya. aku mencintainya, dan aku tahu perasaan ini tak salah ! aku tahu suatu saat dia akan bisa mencintaiku dengan tulus. Aku yakin......
***

02 november 2011
Aku tetap mencintainya, ternyata hidup tanpanya sama sekali bukan hidup. Membayangkannya saja aku tak ingin......

Kita memulai semuanya dari awal lagi, tapi aku kehilangan banyak darinya. Aku rindu senyumnya, aku rindu tatapannya. Aku merindukannya yang dulu... ya, tapi aku tetap mencintainya, bahkan lebih dari sebelum rasa sakit ini tertanam dalam hatiku. Dan Aku percaya padanya. Percaya bahwa dia berusaha melupakan masa lalunya. Aku hanya bisa percaya...

Walaupun tidak persis sama seperti hari hari yang dulu aku rasakan, tapi aku mulai bisa tersenyum kembali, tersenyum ketika melihatnya tertawa. karna itulah caraku untuk merasakan hidupku.
***

2 desember 2011

Dunia kembali runtuh hari itu. Aku tak sengaja mendengar percakapan beberapa orang tentangnya. Bukan karna sesuatu yang buruk tengah menimpa orang yang aku cintai. Bukan. Tapi tentang kisah kasihnya yang baru dengan orang yang bahkan tidak aku kenali. Ya tuhan, cobaan apa lagi ini? apa belum cukup semua rasa sakit yang telah aku kubur? Yang telah aku pendam untuk diriku sendiri.

Kini rasa takut akan kehilangannya muncul. Apakah rasa itu salah? Menurutku ini semua begitu naluriah. Aku hanya tak ingin kehilangan pelangiku, warna hidupku. Tapi Aku percaya padanya, aku percaya bahwa dia tak mungkin menyakitiku lagi dengan cara seperti itu. Aku hanya bisa tetap percaya padanya sekarang. Hanya dia...... Dan aku akan tetap mencintainya, apapun yang telah dia lakukan.

Ya, Aku mencintainya, entah sudah berapa kali aku menuliskan kalimat ini, dan aku takan pernah lelah. aku mencintainya dengan sebuah ketulusan. Aku mencintainya tanpa rasa bosan. Aku mencintainya seperti edelweis yang rela kehilangan jiwa-jiwanya pergi hanya karna tidak ada cara lain untuk mencintainya. Aku mencintainya bahkan ketika dia tertidur kelopak mataku lah yang tertutup.....
***

10 desember 2011

Aku menuliskan ini hanya untuk menunjukan sesuatu yang masih tersimpan rapih dalam memori hatiku. Tentang kamu.. semua masih tetap indah bahkan sampai detik ini.. dan untuk menunjukan bahwa aku akan terus bertahan dengan rasa ini...
***

19 desember 2011

Aku sudah tidak tahan dengan berita tentang dia dan wanita barunya. Ketika aku memintanya untuk memilih dia tidak menjawab apa-apa. Dia bilang dia mencintaiku, tapi dia menyukainya, Tuhan, aku sudah tidak sanggup menahan sakit yang aku genggam dan aku tanggung dalam setiap aliran darah ini.

Aku memilih pergi, membiarkannya dengan mimpi-mimpi barunya, meskipun aku harus terluka.
***

Persembahan tulus dari yang terkasih untuk pelangi dihidupnya.. (I)



Dia. Orang yang tidak pernah sengaja untuk aku kagumi. Aku hanya cukup mengenalnya tanpa ingin tau lebih jauh. Tapi waktu juga yang menjawabnya.

Ya, dia hanyalah kaka kelas yang ‘dulu’ aku anggap biasa. Tidak ada hal menarik yang aku lihat seperti wanita lain yang begitu mengaguminya. Aku mengenalnya sebagai orang yang menyenangkan, ramah, memiliki senyum yang memikat, tapi entah mengapa aku tidak terlalu tertarik dengannya. Aku menyukai sosok lain, yang dimataku lebih istimewa.

Tapi waktu berjalan begitu cepat. Dan anggapanku berubah. ternyata dia sosok yang jauh lebih menyenangkan dari yang sebelumnya aku nilai, dia orang yang sulit untuk kutebak, ada sesuatu yang membuatku begitu menaruh minat. Ya, dia membuat aku tertawa, dia juga sosok pendengar yang baik. Dan kami sering berbagi cerita. Entah perasaan itu muncul dari mana, tapi aku mulai merasa nyaman akan kehadirannya. Tapi tentu saja aku belum sadar itu, aku menghargai orang yang lebih dulu hadir disini. Dihatiku.

hingga pada suatu hari, dia mengungkapkan ketertarikannya padaku. Seakan dunia berhenti berputar, dan semua terasa sepi hingga degup jantungku begitu terdengar ditelinga....... Aku juga tertarik padanya.......

Aku meneguhkan hatiku dan tetap menjalani dengan seseorang yang ‘dulu’ juga begitu berarti untukku. Ya, itu juga merupakan pilihan yang sulit karna aku harus mengecewakannya.
Aku masih ingat beberapa potong percakapan aku dengannya. Salah satu yang hingga kini sangat aku sesali adalah “kaka gak akan pacaran dulu sampai perasaan kaka ke kamu udah hilang” ah tuhan, aku benar-benar membuatnya kecewa.

Ya, sebulan setelah itu dia telah memiliki orang lain, sahabatku sendiri. Aku bahagia, karna mungkin dia bisa menemukan orang yang akan menemaninya. Tapi kini aku yang terluka, melihat kenyataan bahwa dia telah benar-benar melupakan perasaannya terhadapku. Dan baru aku sadari, perasaan ku lebih dari sekedar yang aku tau

Kami menjaga jarak, sangat menjaga jarak. Hingga dada ini terasa sesak. Ada yang salah atas perasaan ini. Aku memiliki orang lain, begitu pula dia. Tapi mengapa masih saja senyumnya tersimpan dalam ?

Hingga pada akhirnya aku harus mengakhiri hubunganku itu. Dan dia kembali datang, datang menjadi sosok yang aku butuhkan, memberiku semangat dan membuatku lagi lagi tersenyum. Aku tahu bahwa aku bahagia bila ada dia. Tapi aku tersadar, dia bukan miliku, dia milik seseorang yang mungkin perasaanya lebih besar dari perasaan ku terhadapnya. Aku harus menghentikan ini, aku tidak bisa terus bermimpi disampingnya, bahkan memikirkan untuk kehilangannya seperti dulu saja sangat membuat ku sakit.

Aku terus memikirkan ini, dan aku masih saja kecewa ketika melihatnya bersama orang lain.
***


Sudah akhir tahun pelajaran, aku harus menjalani ujian akhir sekolah. Dan entah kebetulan atau tuhan memang sudah mengaturnya? aku satu ruangan dengannya dan membuat kami kembali dekat.

Senyumnya masih sama, senyum penuh simpul dengan gaya yang khas dan mudah diingat. Aku masih menyimpannya dalam otakku. Saat itu hari jumat. dia mengirimkan sebuah pesan bahwa dia ingin datang kerumah. Ah, jantung rasanya berhenti berdetak saat itu. Tapi detik berikutnya aku tersadar, aku tidak boleh bermimpi lagi. Aku pun menolaknya untuk datang. Tapi entah mengapa saat dia memaksa aku begitu luluh dan mengizinkannya. Disinilah semua kesalahanku berawal. Kesalahan yang begitu indah.
***

10 juni 2011
Senyumnya hari itu, matanya, tawanya yang khas , ya tuhan. Aku jatuh cinta lagi dengannya. Aku tidak prnah berfikir kenapa perasaan itu muncul, karna yang aku tahu pada saat itu aku tak ingin hari ini berakhir.

Semenjak hari itu, semua tumbuh, aku tahu ini salah. Ya aku menyadarinya. Tapi apa aku harus menyalahkan perasaan ? karna yang aku tahu, aku bahagia setiap mendengar suaranya, melihatnya tertawa saja sudah dapat membuatku tersenyum. Aku ingin terus seperti ini...... Kemudian aku tersadar, dia masih kekasih sahabatku.....

Aku menyesal, ya kenapa aku bisa menyakiti sahabatku sendiri ? tapi dihati ku yang lain, aku mencintai penyesalan ini... aku harus berbuat apa ? membohongin perasaan ? ah tidak mungkin, aku sangat lemah bila harus seperti itu. Atau membiarkan rasa ini terus bertambah tetapi ada seseorang yg merasakan sakit akan hal ini ? itu juga tidak mungkin, aku akan tertawa bersamanya tetapi ada sahabatku yg menangis. Aku harus bagaimana ???

Aku membiarkan ini terus berlarut, aku biarkan rasa ini terus tumbuh hingga melihatnya adalah suatu kebutuhan. Aku kerap merindukannya, merindukan sikap manisnya yang akan selalu membuatku tersenyum.. dan kini aku tau, aku mencintainya, mencintai apa yang ada padanya... dan aku bahagia atas penyesalan ini. penyesalan yang membuat badai saja seperti pelangi.
***

11 september 2011

Aku terus mencintainya, seakan mencintainya akan membuat aku bernafas lebih lama. Ya, dialah hidupku yang sekarang. Sulit membayangkan hidup tanpa melihat tatapan matanya. dia juga mencintaiku, itulah kenyataan yang mebuatku bertahan akan semua cobaan. Kenyataan bahwa dia ada disampingku itu lah yg menguatkanku. Menguatkan tekadku bahwa perasaan ini tak salah.

Hari demi hari aku bersamanya, membuat lukisan indah disini (hati) yang entah sampai kapan warnanya akan tetap sama, warna ceriamu, senyum indahmu.
***

6 oktober 2011
Aku tak percaya, aku jatuh, bahkan lebih dalam dari sebuah rasa sakit. Dia masih mencintainya, mencintai sahabatku. Itu membuatku lemas, membuatku sulit untuk berpijak. Lalu apa alasanya bersamaku selama ini? lalu apa semua cinta yang aku rasakan darinya selama ini? sandiwarakah?

Menanyakannya dalam hati saja sudah membuat dunia gelap, mebuat rasa sakit itu bahkan lebih dari nyata. Apakah hari-hari indah yang telah aku lewati dengannya adalah mimpi? Lalu sekarang aku terbangun dan kehilangan segalanya ? tuhan tolong jelaskan, jelaskan mengapa aku begitu hancur seperti ini? mengapa kau bangunkan aku terlalu cepat ya tuhan. Aku mencintainya........ mencintainya dengan caraku...

Aku ingin sebuah penjelasan, aku ingin sebuah kepastian darinya, ingin menanyakan suara hatiku.. lebih tepatnya Aku ingin dia mencintaiku, hanya aku..

Menangis ? aku pernah berjanji untuk tak pernah menangis didepannya, tapi apa bisa aku tegar? Setelah semua rasa sakit yang telah dia buat? setelah dia menghancurkan mimpi itu? Setelah semua keadaan menyadarkanku? Ya, aku benar-benar tersadar. Dia tidak mencintaiku sejak awal, dia masih mencintai masa lalunya. Itu lah keadaan yang membuatku berteman dengan air mata, tetapi melihatnya saja, masih membantuku untuk tetap bernafas. Bernafas dengan rasa sakit. Bernafas dengan cinta yang masih tetap utuh, cinta untuknya...