Pernah kah kamu berfikir bahwa
kamu merasakan cinta pada pandangan pertama? Dulu, menurutku itu hal yang
konyol, karena aku beranggapan cinta akan muncul seberapa lama dan kuat kita
saling berkomunikasi dan mengenal satu sama lain. Cinta juga akan muncul jika kita mulai membuka hati untuk orang yang
telah kita kenal sebelumnya.
Lalu apa yang terjadi sekarang?
Ku telan bulat-bulat pernyataanku dengan telak. Cinta memang tidak akan pernah
bisa terbayangkan sebelumnya. Tidak akan pernah kalian duga, semua muncul
begitu saja dengan instan tanpa kau mengerti sama sekali. Seolah kita makhluk
bodoh yang langsung menaruh hati pada seseorang yang baru kita kenal.
Aku hanya sekali melihat kearah
wajahnya, lalu ada sebuah gerakan dari bibirnya yang tersimpul manis keatas,
membuat aku tidak tahan untuk melakukan hal yang sama. Dan pada saat itu juga
hatiku memilih, menentukan dimana dia harus berlabuh setelahnya. Hal konyol
pertama yang kulakukan adalah menyangkal getaran itu dan berusaha memalingkan
wajah. Usaha yang aku tahu sangat tidak berhasil, aku justru membayangkan lagi
senyumannya tadi.
Kehadiran dia yang mendadak dari
pertemuan biasa yang tidak pernah aku duga membuat segalanya menjadi kacau.
Hanya dengan beberapa kali melihatnya tersenyum apakah mungkin aku langsung
memendam perasaan hangat yang sudah lama tidak aku rasakan. Ini benar-benar
diluar nalar dan akal sehat yang bisa aku terima selama ini.
Apasih yang telah dia lakukan ?
seolah dirinya sangat penting.
***
Ini kedua kalinya aku menelan
sendiri apa yang aku katakan. Ternyata........ dia penting.
Hanya dalam beberapa hari dia
sanggup merubah dan menggeser hidupku menjadi abnormal. Hanya dengan
senyumannya hidupku tidak pernah sama lagi. Ini benar-benar hal gila. Dia
membuat aku merasa seperti orang bodoh yang sangat mudah untuk menerima
kehadirannya, yang seharusnya masih sangat asing bagiku.
Hanya dalam frekuensi pertemuan
yang sangat singkat ini aku merasa lebih berarti, aku merasa dibutuhkan
dikehidupannya yang sama sekali belum aku kenal. Dia selalu membawaku ke dalam
suatu hal yang baru. Dan kini, hari demi hari aku kian menaruh sesuatu
yang lain dihatinya. Seperti telah mengikat sesuatu yang kasat mata. Tidak
jelas, namun aku tahu ada sesuatu yang membuat kami tidak sanggup untuk
berjauhan. Perasaan janggal yang konyol bukan? Tapi toh nyatanya aku bahagia.
Perbincangan singkat yang
tercipta beberapa hari ini juga menjadi sesuatu yang sulit aku tinggalkan.
Seolah aku telah hidup sekian lama dan berteman dengan percakapan kecil kami
yang hangat dan menyenangkan. Seolah aku telah menunggu hal itu beberapa tahun
ini. Seolah pertemuan dengannya adalah sesuatu yang sangat aku syukuri.
Dan kini aku tidak pernah tahu
kemana arah hati dan genggaman tangannya akan terpaut. Pertemuan singkat ini
telah merubah segala hal tentang hidup dan pandanganku. Namun hanya satu hal
yang aku tahu, aku hanya ingin selalu seperti ini, berada dalam dekapan senyum
dan tawanya.