Friday, April 12, 2013

Persembahan tulus dari yang terkasih untuk pelangi dihidupnya.. (II)



25 oktober 2011

Aku kembali bangkit. sekarang aku tahu dia tak mencintaiku seperti yang aku kira. Tapi aku tetap bersamanya dan menerima saja semua yang dia lakukan. Aku tau dia bisa berubah. Bukan untuk sebuah ambisi, tapi untuk sebuah perasaan yang sudah jatuh terlalu dalam. Untuk sebuah hati yang tak mungkin utuh lagi bila tanpanya. memang Apa yang bisa aku perbuat sekarang? 

Menyerah? Setelah semua pengorbanan untuk bersamanya? Aku tidak akan menyerah ! aku disini bertahan karnanya. aku mencintainya, dan aku tahu perasaan ini tak salah ! aku tahu suatu saat dia akan bisa mencintaiku dengan tulus. Aku yakin......
***

02 november 2011
Aku tetap mencintainya, ternyata hidup tanpanya sama sekali bukan hidup. Membayangkannya saja aku tak ingin......

Kita memulai semuanya dari awal lagi, tapi aku kehilangan banyak darinya. Aku rindu senyumnya, aku rindu tatapannya. Aku merindukannya yang dulu... ya, tapi aku tetap mencintainya, bahkan lebih dari sebelum rasa sakit ini tertanam dalam hatiku. Dan Aku percaya padanya. Percaya bahwa dia berusaha melupakan masa lalunya. Aku hanya bisa percaya...

Walaupun tidak persis sama seperti hari hari yang dulu aku rasakan, tapi aku mulai bisa tersenyum kembali, tersenyum ketika melihatnya tertawa. karna itulah caraku untuk merasakan hidupku.
***

2 desember 2011

Dunia kembali runtuh hari itu. Aku tak sengaja mendengar percakapan beberapa orang tentangnya. Bukan karna sesuatu yang buruk tengah menimpa orang yang aku cintai. Bukan. Tapi tentang kisah kasihnya yang baru dengan orang yang bahkan tidak aku kenali. Ya tuhan, cobaan apa lagi ini? apa belum cukup semua rasa sakit yang telah aku kubur? Yang telah aku pendam untuk diriku sendiri.

Kini rasa takut akan kehilangannya muncul. Apakah rasa itu salah? Menurutku ini semua begitu naluriah. Aku hanya tak ingin kehilangan pelangiku, warna hidupku. Tapi Aku percaya padanya, aku percaya bahwa dia tak mungkin menyakitiku lagi dengan cara seperti itu. Aku hanya bisa tetap percaya padanya sekarang. Hanya dia...... Dan aku akan tetap mencintainya, apapun yang telah dia lakukan.

Ya, Aku mencintainya, entah sudah berapa kali aku menuliskan kalimat ini, dan aku takan pernah lelah. aku mencintainya dengan sebuah ketulusan. Aku mencintainya tanpa rasa bosan. Aku mencintainya seperti edelweis yang rela kehilangan jiwa-jiwanya pergi hanya karna tidak ada cara lain untuk mencintainya. Aku mencintainya bahkan ketika dia tertidur kelopak mataku lah yang tertutup.....
***

10 desember 2011

Aku menuliskan ini hanya untuk menunjukan sesuatu yang masih tersimpan rapih dalam memori hatiku. Tentang kamu.. semua masih tetap indah bahkan sampai detik ini.. dan untuk menunjukan bahwa aku akan terus bertahan dengan rasa ini...
***

19 desember 2011

Aku sudah tidak tahan dengan berita tentang dia dan wanita barunya. Ketika aku memintanya untuk memilih dia tidak menjawab apa-apa. Dia bilang dia mencintaiku, tapi dia menyukainya, Tuhan, aku sudah tidak sanggup menahan sakit yang aku genggam dan aku tanggung dalam setiap aliran darah ini.

Aku memilih pergi, membiarkannya dengan mimpi-mimpi barunya, meskipun aku harus terluka.
***

No comments:

Post a Comment