25
oktober 2011
Aku
kembali bangkit. sekarang aku tahu dia tak mencintaiku seperti yang aku kira.
Tapi aku tetap bersamanya dan menerima saja semua yang dia lakukan. Aku tau dia
bisa berubah. Bukan untuk sebuah ambisi, tapi untuk sebuah perasaan yang sudah
jatuh terlalu dalam. Untuk sebuah hati yang tak mungkin utuh lagi bila
tanpanya. memang Apa yang bisa aku perbuat sekarang?
Menyerah? Setelah semua
pengorbanan untuk bersamanya? Aku tidak akan menyerah ! aku disini bertahan
karnanya. aku mencintainya, dan aku tahu perasaan ini tak salah ! aku tahu
suatu saat dia akan bisa mencintaiku dengan tulus. Aku yakin......
***
02
november 2011
Aku
tetap mencintainya, ternyata hidup tanpanya sama sekali bukan hidup.
Membayangkannya saja aku tak ingin......
Kita
memulai semuanya dari awal lagi, tapi aku kehilangan banyak darinya. Aku rindu
senyumnya, aku rindu tatapannya. Aku merindukannya yang dulu... ya, tapi aku
tetap mencintainya, bahkan lebih dari sebelum rasa sakit ini tertanam dalam
hatiku. Dan Aku percaya padanya. Percaya bahwa dia berusaha melupakan masa
lalunya. Aku hanya bisa percaya...
Walaupun
tidak persis sama seperti hari hari yang dulu aku rasakan, tapi aku mulai bisa
tersenyum kembali, tersenyum ketika melihatnya tertawa. karna itulah caraku
untuk merasakan hidupku.
***
2
desember 2011
Dunia
kembali runtuh hari itu. Aku tak sengaja mendengar percakapan beberapa orang
tentangnya. Bukan karna sesuatu yang buruk tengah menimpa orang yang aku
cintai. Bukan. Tapi tentang kisah kasihnya yang baru dengan orang yang bahkan
tidak aku kenali. Ya tuhan, cobaan apa lagi ini? apa belum cukup semua rasa
sakit yang telah aku kubur? Yang telah aku pendam untuk diriku sendiri.
Kini
rasa takut akan kehilangannya muncul. Apakah rasa itu salah? Menurutku ini
semua begitu naluriah. Aku hanya tak ingin kehilangan pelangiku, warna hidupku.
Tapi Aku percaya padanya, aku percaya bahwa dia tak mungkin menyakitiku lagi
dengan cara seperti itu. Aku hanya bisa tetap percaya padanya sekarang. Hanya
dia...... Dan aku akan tetap mencintainya, apapun yang telah dia lakukan.
Ya,
Aku mencintainya, entah sudah berapa kali aku menuliskan kalimat ini, dan aku
takan pernah lelah. aku mencintainya dengan sebuah ketulusan. Aku mencintainya
tanpa rasa bosan. Aku mencintainya seperti edelweis yang rela kehilangan
jiwa-jiwanya pergi hanya karna tidak ada cara lain untuk mencintainya. Aku
mencintainya bahkan ketika dia tertidur kelopak mataku lah yang tertutup.....
***
10
desember 2011
Aku
menuliskan ini hanya untuk menunjukan sesuatu yang masih tersimpan rapih dalam
memori hatiku. Tentang kamu.. semua masih tetap indah bahkan sampai detik ini..
dan untuk menunjukan bahwa aku akan terus bertahan dengan rasa ini...
***
19
desember 2011
Aku
sudah tidak tahan dengan berita tentang dia dan wanita barunya. Ketika aku
memintanya untuk memilih dia tidak menjawab apa-apa. Dia bilang dia
mencintaiku, tapi dia menyukainya, Tuhan, aku sudah tidak sanggup menahan sakit
yang aku genggam dan aku tanggung dalam setiap aliran darah ini.
Aku
memilih pergi, membiarkannya dengan mimpi-mimpi barunya, meskipun aku harus
terluka.
***
continue :)
*baca sebelumnya Persembahan tulus dari yang terkasih untuk pelangi dihidupnya.. (I)
*baca selanjutnya Persembahan tulus dari yang terkasih untuk pelangi dihidupnya.. (III)
*baca sebelumnya Persembahan tulus dari yang terkasih untuk pelangi dihidupnya.. (I)
*baca selanjutnya Persembahan tulus dari yang terkasih untuk pelangi dihidupnya.. (III)
No comments:
Post a Comment