Friday, April 12, 2013

Persembahan tulus dari yang terkasih untuk pelangi dihidupnya.. (I)



Dia. Orang yang tidak pernah sengaja untuk aku kagumi. Aku hanya cukup mengenalnya tanpa ingin tau lebih jauh. Tapi waktu juga yang menjawabnya.

Ya, dia hanyalah kaka kelas yang ‘dulu’ aku anggap biasa. Tidak ada hal menarik yang aku lihat seperti wanita lain yang begitu mengaguminya. Aku mengenalnya sebagai orang yang menyenangkan, ramah, memiliki senyum yang memikat, tapi entah mengapa aku tidak terlalu tertarik dengannya. Aku menyukai sosok lain, yang dimataku lebih istimewa.

Tapi waktu berjalan begitu cepat. Dan anggapanku berubah. ternyata dia sosok yang jauh lebih menyenangkan dari yang sebelumnya aku nilai, dia orang yang sulit untuk kutebak, ada sesuatu yang membuatku begitu menaruh minat. Ya, dia membuat aku tertawa, dia juga sosok pendengar yang baik. Dan kami sering berbagi cerita. Entah perasaan itu muncul dari mana, tapi aku mulai merasa nyaman akan kehadirannya. Tapi tentu saja aku belum sadar itu, aku menghargai orang yang lebih dulu hadir disini. Dihatiku.

hingga pada suatu hari, dia mengungkapkan ketertarikannya padaku. Seakan dunia berhenti berputar, dan semua terasa sepi hingga degup jantungku begitu terdengar ditelinga....... Aku juga tertarik padanya.......

Aku meneguhkan hatiku dan tetap menjalani dengan seseorang yang ‘dulu’ juga begitu berarti untukku. Ya, itu juga merupakan pilihan yang sulit karna aku harus mengecewakannya.
Aku masih ingat beberapa potong percakapan aku dengannya. Salah satu yang hingga kini sangat aku sesali adalah “kaka gak akan pacaran dulu sampai perasaan kaka ke kamu udah hilang” ah tuhan, aku benar-benar membuatnya kecewa.

Ya, sebulan setelah itu dia telah memiliki orang lain, sahabatku sendiri. Aku bahagia, karna mungkin dia bisa menemukan orang yang akan menemaninya. Tapi kini aku yang terluka, melihat kenyataan bahwa dia telah benar-benar melupakan perasaannya terhadapku. Dan baru aku sadari, perasaan ku lebih dari sekedar yang aku tau

Kami menjaga jarak, sangat menjaga jarak. Hingga dada ini terasa sesak. Ada yang salah atas perasaan ini. Aku memiliki orang lain, begitu pula dia. Tapi mengapa masih saja senyumnya tersimpan dalam ?

Hingga pada akhirnya aku harus mengakhiri hubunganku itu. Dan dia kembali datang, datang menjadi sosok yang aku butuhkan, memberiku semangat dan membuatku lagi lagi tersenyum. Aku tahu bahwa aku bahagia bila ada dia. Tapi aku tersadar, dia bukan miliku, dia milik seseorang yang mungkin perasaanya lebih besar dari perasaan ku terhadapnya. Aku harus menghentikan ini, aku tidak bisa terus bermimpi disampingnya, bahkan memikirkan untuk kehilangannya seperti dulu saja sangat membuat ku sakit.

Aku terus memikirkan ini, dan aku masih saja kecewa ketika melihatnya bersama orang lain.
***


Sudah akhir tahun pelajaran, aku harus menjalani ujian akhir sekolah. Dan entah kebetulan atau tuhan memang sudah mengaturnya? aku satu ruangan dengannya dan membuat kami kembali dekat.

Senyumnya masih sama, senyum penuh simpul dengan gaya yang khas dan mudah diingat. Aku masih menyimpannya dalam otakku. Saat itu hari jumat. dia mengirimkan sebuah pesan bahwa dia ingin datang kerumah. Ah, jantung rasanya berhenti berdetak saat itu. Tapi detik berikutnya aku tersadar, aku tidak boleh bermimpi lagi. Aku pun menolaknya untuk datang. Tapi entah mengapa saat dia memaksa aku begitu luluh dan mengizinkannya. Disinilah semua kesalahanku berawal. Kesalahan yang begitu indah.
***

10 juni 2011
Senyumnya hari itu, matanya, tawanya yang khas , ya tuhan. Aku jatuh cinta lagi dengannya. Aku tidak prnah berfikir kenapa perasaan itu muncul, karna yang aku tahu pada saat itu aku tak ingin hari ini berakhir.

Semenjak hari itu, semua tumbuh, aku tahu ini salah. Ya aku menyadarinya. Tapi apa aku harus menyalahkan perasaan ? karna yang aku tahu, aku bahagia setiap mendengar suaranya, melihatnya tertawa saja sudah dapat membuatku tersenyum. Aku ingin terus seperti ini...... Kemudian aku tersadar, dia masih kekasih sahabatku.....

Aku menyesal, ya kenapa aku bisa menyakiti sahabatku sendiri ? tapi dihati ku yang lain, aku mencintai penyesalan ini... aku harus berbuat apa ? membohongin perasaan ? ah tidak mungkin, aku sangat lemah bila harus seperti itu. Atau membiarkan rasa ini terus bertambah tetapi ada seseorang yg merasakan sakit akan hal ini ? itu juga tidak mungkin, aku akan tertawa bersamanya tetapi ada sahabatku yg menangis. Aku harus bagaimana ???

Aku membiarkan ini terus berlarut, aku biarkan rasa ini terus tumbuh hingga melihatnya adalah suatu kebutuhan. Aku kerap merindukannya, merindukan sikap manisnya yang akan selalu membuatku tersenyum.. dan kini aku tau, aku mencintainya, mencintai apa yang ada padanya... dan aku bahagia atas penyesalan ini. penyesalan yang membuat badai saja seperti pelangi.
***

11 september 2011

Aku terus mencintainya, seakan mencintainya akan membuat aku bernafas lebih lama. Ya, dialah hidupku yang sekarang. Sulit membayangkan hidup tanpa melihat tatapan matanya. dia juga mencintaiku, itulah kenyataan yang mebuatku bertahan akan semua cobaan. Kenyataan bahwa dia ada disampingku itu lah yg menguatkanku. Menguatkan tekadku bahwa perasaan ini tak salah.

Hari demi hari aku bersamanya, membuat lukisan indah disini (hati) yang entah sampai kapan warnanya akan tetap sama, warna ceriamu, senyum indahmu.
***

6 oktober 2011
Aku tak percaya, aku jatuh, bahkan lebih dalam dari sebuah rasa sakit. Dia masih mencintainya, mencintai sahabatku. Itu membuatku lemas, membuatku sulit untuk berpijak. Lalu apa alasanya bersamaku selama ini? lalu apa semua cinta yang aku rasakan darinya selama ini? sandiwarakah?

Menanyakannya dalam hati saja sudah membuat dunia gelap, mebuat rasa sakit itu bahkan lebih dari nyata. Apakah hari-hari indah yang telah aku lewati dengannya adalah mimpi? Lalu sekarang aku terbangun dan kehilangan segalanya ? tuhan tolong jelaskan, jelaskan mengapa aku begitu hancur seperti ini? mengapa kau bangunkan aku terlalu cepat ya tuhan. Aku mencintainya........ mencintainya dengan caraku...

Aku ingin sebuah penjelasan, aku ingin sebuah kepastian darinya, ingin menanyakan suara hatiku.. lebih tepatnya Aku ingin dia mencintaiku, hanya aku..

Menangis ? aku pernah berjanji untuk tak pernah menangis didepannya, tapi apa bisa aku tegar? Setelah semua rasa sakit yang telah dia buat? setelah dia menghancurkan mimpi itu? Setelah semua keadaan menyadarkanku? Ya, aku benar-benar tersadar. Dia tidak mencintaiku sejak awal, dia masih mencintai masa lalunya. Itu lah keadaan yang membuatku berteman dengan air mata, tetapi melihatnya saja, masih membantuku untuk tetap bernafas. Bernafas dengan rasa sakit. Bernafas dengan cinta yang masih tetap utuh, cinta untuknya...


No comments:

Post a Comment