Dia.
Orang yang tidak pernah sengaja untuk aku kagumi. Aku hanya cukup mengenalnya
tanpa ingin tau lebih jauh. Tapi waktu juga yang menjawabnya.
Ya,
dia hanyalah kaka kelas yang ‘dulu’ aku anggap biasa. Tidak ada hal menarik
yang aku lihat seperti wanita lain yang begitu mengaguminya. Aku mengenalnya
sebagai orang yang menyenangkan, ramah, memiliki senyum yang memikat, tapi
entah mengapa aku tidak terlalu tertarik dengannya. Aku menyukai sosok lain,
yang dimataku lebih istimewa.
Tapi
waktu berjalan begitu cepat. Dan anggapanku berubah. ternyata dia sosok yang
jauh lebih menyenangkan dari yang sebelumnya aku nilai, dia orang yang sulit
untuk kutebak, ada sesuatu yang membuatku begitu menaruh minat. Ya, dia membuat
aku tertawa, dia juga sosok pendengar yang baik. Dan kami sering berbagi
cerita. Entah perasaan itu muncul dari mana, tapi aku mulai merasa nyaman akan
kehadirannya. Tapi tentu saja aku belum sadar itu, aku menghargai orang yang
lebih dulu hadir disini. Dihatiku.
hingga
pada suatu hari, dia mengungkapkan ketertarikannya padaku. Seakan dunia
berhenti berputar, dan semua terasa sepi hingga degup jantungku begitu
terdengar ditelinga....... Aku juga tertarik padanya.......
Aku
meneguhkan hatiku dan tetap menjalani dengan seseorang yang ‘dulu’ juga begitu
berarti untukku. Ya, itu juga merupakan pilihan yang sulit karna aku harus
mengecewakannya.
Aku
masih ingat beberapa potong percakapan aku dengannya. Salah satu yang hingga
kini sangat aku sesali adalah “kaka gak akan pacaran dulu sampai perasaan kaka
ke kamu udah hilang” ah tuhan, aku benar-benar membuatnya kecewa.
Ya,
sebulan setelah itu dia telah memiliki orang lain, sahabatku sendiri. Aku
bahagia, karna mungkin dia bisa menemukan orang yang akan menemaninya. Tapi
kini aku yang terluka, melihat kenyataan bahwa dia telah benar-benar melupakan
perasaannya terhadapku. Dan baru aku sadari, perasaan ku lebih dari sekedar yang
aku tau
Kami
menjaga jarak, sangat menjaga jarak. Hingga dada ini terasa sesak. Ada yang
salah atas perasaan ini. Aku memiliki orang lain, begitu pula dia. Tapi mengapa
masih saja senyumnya tersimpan dalam ?
Hingga
pada akhirnya aku harus mengakhiri hubunganku itu. Dan dia kembali datang,
datang menjadi sosok yang aku butuhkan, memberiku semangat dan membuatku lagi
lagi tersenyum. Aku tahu bahwa aku bahagia bila ada dia. Tapi aku tersadar, dia
bukan miliku, dia milik seseorang yang mungkin perasaanya lebih besar dari
perasaan ku terhadapnya. Aku harus menghentikan ini, aku tidak bisa terus
bermimpi disampingnya, bahkan memikirkan untuk kehilangannya seperti dulu saja
sangat membuat ku sakit.
Aku
terus memikirkan ini, dan aku masih saja kecewa ketika melihatnya bersama orang
lain.
***
Sudah
akhir tahun pelajaran, aku harus menjalani ujian akhir sekolah. Dan entah
kebetulan atau tuhan memang sudah mengaturnya? aku satu ruangan dengannya dan
membuat kami kembali dekat.
Senyumnya
masih sama, senyum penuh simpul dengan gaya yang khas dan mudah diingat. Aku masih
menyimpannya dalam otakku. Saat itu hari jumat. dia mengirimkan sebuah pesan
bahwa dia ingin datang kerumah. Ah, jantung rasanya berhenti berdetak saat itu.
Tapi detik berikutnya aku tersadar, aku tidak boleh bermimpi lagi. Aku pun
menolaknya untuk datang. Tapi entah mengapa saat dia memaksa aku begitu luluh
dan mengizinkannya. Disinilah semua kesalahanku berawal. Kesalahan yang begitu
indah.
***
10
juni 2011
Senyumnya
hari itu, matanya, tawanya yang khas , ya tuhan. Aku jatuh cinta lagi
dengannya. Aku tidak prnah berfikir kenapa perasaan itu muncul, karna yang aku
tahu pada saat itu aku tak ingin hari ini berakhir.
Semenjak
hari itu, semua tumbuh, aku tahu ini salah. Ya aku menyadarinya. Tapi apa aku
harus menyalahkan perasaan ? karna yang aku tahu, aku bahagia setiap mendengar
suaranya, melihatnya tertawa saja sudah dapat membuatku tersenyum. Aku ingin
terus seperti ini...... Kemudian aku tersadar, dia masih kekasih sahabatku.....
Aku
menyesal, ya kenapa aku bisa menyakiti sahabatku sendiri ? tapi dihati ku yang
lain, aku mencintai penyesalan ini... aku harus berbuat apa ? membohongin
perasaan ? ah tidak mungkin, aku sangat lemah bila harus seperti itu. Atau
membiarkan rasa ini terus bertambah tetapi ada seseorang yg merasakan sakit
akan hal ini ? itu juga tidak mungkin, aku akan tertawa bersamanya tetapi ada
sahabatku yg menangis. Aku harus bagaimana ???
Aku
membiarkan ini terus berlarut, aku biarkan rasa ini terus tumbuh hingga melihatnya
adalah suatu kebutuhan. Aku kerap merindukannya, merindukan sikap manisnya yang
akan selalu membuatku tersenyum.. dan kini aku tau, aku mencintainya, mencintai
apa yang ada padanya... dan aku bahagia atas penyesalan ini. penyesalan yang
membuat badai saja seperti pelangi.
***
11
september 2011
Aku
terus mencintainya, seakan mencintainya akan membuat aku bernafas lebih lama.
Ya, dialah hidupku yang sekarang. Sulit membayangkan hidup tanpa melihat
tatapan matanya. dia juga mencintaiku, itulah kenyataan yang mebuatku bertahan
akan semua cobaan. Kenyataan bahwa dia ada disampingku itu lah yg menguatkanku.
Menguatkan tekadku bahwa perasaan ini tak salah.
Hari
demi hari aku bersamanya, membuat lukisan indah disini (hati) yang entah sampai
kapan warnanya akan tetap sama, warna ceriamu, senyum indahmu.
***
6 oktober 2011
Aku tak percaya,
aku jatuh, bahkan lebih dalam dari sebuah rasa sakit. Dia masih mencintainya,
mencintai sahabatku. Itu membuatku lemas, membuatku sulit untuk berpijak. Lalu
apa alasanya bersamaku selama ini? lalu apa semua cinta yang aku rasakan
darinya selama ini? sandiwarakah?
Menanyakannya
dalam hati saja sudah membuat dunia gelap, mebuat rasa sakit itu bahkan lebih
dari nyata. Apakah hari-hari indah yang telah aku lewati dengannya adalah
mimpi? Lalu sekarang aku terbangun dan kehilangan segalanya ? tuhan tolong
jelaskan, jelaskan mengapa aku begitu hancur seperti ini? mengapa kau bangunkan
aku terlalu cepat ya tuhan. Aku mencintainya........ mencintainya dengan
caraku...
Aku
ingin sebuah penjelasan, aku ingin sebuah kepastian darinya, ingin menanyakan
suara hatiku.. lebih tepatnya Aku ingin dia mencintaiku, hanya aku..
Menangis
? aku pernah berjanji untuk tak pernah menangis didepannya, tapi apa bisa aku
tegar? Setelah semua rasa sakit yang telah dia buat? setelah dia menghancurkan
mimpi itu? Setelah semua keadaan menyadarkanku? Ya, aku benar-benar tersadar.
Dia tidak mencintaiku sejak awal, dia masih mencintai masa lalunya. Itu lah
keadaan yang membuatku berteman dengan air mata, tetapi melihatnya saja, masih
membantuku untuk tetap bernafas. Bernafas dengan rasa sakit. Bernafas dengan
cinta yang masih tetap utuh, cinta untuknya...
No comments:
Post a Comment