Thursday, September 12, 2013

Seandainya

Selalu ada alasan ketika kita berani untuk  memilih bersama seseorang. Seperti halnya aku yang sekarang berada disampingnya, melihatnya tersenyum dan menarik nafas hangat disampingku. Aku selalu ingin melihatnya tersenyum, apapun alasannya, maka aku akan terus berusaha membuatnya tersenyum meski aku tidak akan pernah benar-benar bersamanya.

Lalu untuk apa aku bertahan sekian lama tanpa berani mengucapkah sepatah katapun tentang perasaanku. Berdiri disampingnya dan membuat keadaan makin sulit. Membuat dia menjadi satu-satunya alasanku untuk tersenyum disaat melihat langit. Aku ingin dia tahu perasaanku, aku ingin dia menatapku dengan tatapan yang berbeda. Aku tahu dia menyayangiku, tapi disisi lain aku pun tahu dimana batasan yang dia miliki tidak seperti yang aku miliki.

Lalu apakah aku jatuh cinta diam-diam? Memilih rasa ini ditutup rapat dan hanya aku sendiri yang mampu merasakannya. Aku tahu “cinta memang harus diungkapkan karna tidak ada cinta yang disembunyikan kecuali oleh orang yang terlalu mencintai dirinya sendiri”. Tidak, aku mencintainya lebih dari yang bisa aku bayangkan. Tapi apakah aku sanggup melihatnya menjauh dariku ? aku tidak mungkin mengambil resiko ketika dia tahu perasaanku dia justru menarik diri dan tidak akan memanggil namaku lagi. Aku hanya ingin berada disampingnya, tidak peduli apapun yang dia rasakan. Selama dia menginginkanku ada, maka aku akan selalu disisinya.

Aku hanya sanggup memegang dadaku erat dan meyakinkan diri, bahwa hati ini akan selalu tersimpan bayangan tentangnya, menggenggam tanganku sendirian, tanpa merasakan hangat sentuhannya.

Jatuh cinta diam-diam bukanlah hal yang aku inginkan. Memerhatikan gerak-geriknya dikejauhan hanya untuk memastikan dia baik-baik saja. Memastikan dia selalu tersenyum ketika aku tidak bisa berada disampingnya. Aku ingin dia merasakan hal yang sama, mengucapkan namaku dengan lirih ketika dia merindu, memberikan hatinya untuk ku simpan hingga tak ada yang sanggup mengambilnya. Seandainya… ya, aku hanya sanggup berandai-andai… karna setiap kali aku ingin memulai suatu kisah, dia justru membubuhkan segalanya dengan tanda Tanya…

No comments:

Post a Comment