Selalu ada alasan ketika kita berani untuk memilih bersama seseorang. Seperti halnya aku
yang sekarang berada disampingnya, melihatnya tersenyum dan menarik nafas
hangat disampingku. Aku selalu ingin melihatnya tersenyum, apapun alasannya,
maka aku akan terus berusaha membuatnya tersenyum meski aku tidak akan pernah
benar-benar bersamanya.
Lalu untuk apa aku bertahan sekian lama tanpa berani
mengucapkah sepatah katapun tentang perasaanku. Berdiri disampingnya dan
membuat keadaan makin sulit. Membuat dia menjadi satu-satunya alasanku untuk
tersenyum disaat melihat langit. Aku ingin dia tahu perasaanku, aku ingin dia
menatapku dengan tatapan yang berbeda. Aku tahu dia menyayangiku, tapi disisi
lain aku pun tahu dimana batasan yang dia miliki tidak seperti yang aku miliki.
Lalu apakah aku jatuh cinta diam-diam? Memilih rasa ini
ditutup rapat dan hanya aku sendiri yang mampu merasakannya. Aku tahu “cinta
memang harus diungkapkan karna tidak ada cinta yang disembunyikan kecuali oleh
orang yang terlalu mencintai dirinya sendiri”. Tidak, aku mencintainya lebih
dari yang bisa aku bayangkan. Tapi apakah aku sanggup melihatnya menjauh dariku
? aku tidak mungkin mengambil resiko ketika dia tahu perasaanku dia justru
menarik diri dan tidak akan memanggil namaku lagi. Aku hanya ingin berada
disampingnya, tidak peduli apapun yang dia rasakan. Selama dia menginginkanku
ada, maka aku akan selalu disisinya.
Aku hanya sanggup memegang dadaku erat dan meyakinkan diri,
bahwa hati ini akan selalu tersimpan bayangan tentangnya, menggenggam tanganku
sendirian, tanpa merasakan hangat sentuhannya.
Jatuh cinta diam-diam bukanlah hal yang aku inginkan.
Memerhatikan gerak-geriknya dikejauhan hanya untuk memastikan dia baik-baik
saja. Memastikan dia selalu tersenyum ketika aku tidak bisa berada
disampingnya. Aku ingin dia merasakan hal yang sama, mengucapkan namaku dengan
lirih ketika dia merindu, memberikan hatinya untuk ku simpan hingga tak ada
yang sanggup mengambilnya. Seandainya… ya, aku hanya sanggup berandai-andai…
karna setiap kali aku ingin memulai suatu kisah, dia justru membubuhkan
segalanya dengan tanda Tanya…
No comments:
Post a Comment