Bayang-bayang bulan yang semu itu terpantul dari langit
Cahaya datang, air mengalir di pipi pun mulai surut
Hampir saja kapal-kapal gelap berlabuh
Dan seberkas bayangan yang berkelebat ditengah permainan
timpang para awan, mengoyak bola mataku
Kamu menakjubkan…
Itu seperti rambut yang disusun oleh barisan sinar
Ternyata itu kau, yang memecah angin, yang mengemosikan
lautan
Tak bisa kah kau berhenti? Karena tak bisa ku terlelap
hingga aku membisu dengan ucapan
Kau hujan bintang terindah diselatan
No comments:
Post a Comment