Saturday, December 29, 2012

Memahami

Sore itu masih terasa sesak. Entah udara yang panas begitu mendominasi atau perasaan hati yang masih tak jelas. "Kita sudah tidak cocok lagi." Kalimat itu masih berputar-putar dikepalaku sampai aku sendiri pun tak tahu apa maknanya.


Apa ada yang salah dari hubungan ini? Tidak cocok? Apanya? Pertanyaan yang masih ingin ku tanyakan pada beni saat dia memutuskan untuk meninggalkan ku seorang diri ditengan ramainya sebuah caffe.


Semua orang disekitarku masih berbincang, tertawa, menjalani aktifitas mereka seperti biasa. Tanpa tahu apa yang baru saja Beni katakan, lima kata yang diakhiri sebuah kecupan dikeningku, lalu ia berlalu.


Tidak cocok ? Apa yang mendasari sebuah ketidak cocokan itu hadir? Bukankah dulu semua baik-baik saja?


Satu, dua, tiga tetes air mata jatuh. Inikah cinta yang dulu kita perjuangkan? Kenangan demi kenangan berjalan diotakku begai siluet yang tak mungkin aku sangkal. Yang aku tahu cinta itu menyatukan dua sisi yang berbeda hingga dapat menjadi satu. Perbedaan pendapat, selera, pertengkaran, bukankah itu warna yang harusnya dapet kita sisihkan?


Kita sudah tidak cocok. Atau mungkin lebih tepatnya dia yang merasa sudah tidak cocok. beni memutuskan untuk mencari orang yang lebih tepat dengannya dibandingkan aku. Mungkin dia sudah merasa tak nyaman menjadi orang yang ku titipkan sebongkah hati, maka ia kembalikan hatiku dengan goresan yang tampak dan terlalu besar untuk disembunyikan.


Seharusnya aku tidak bertanya mengapa dia melakukan ini, tetapi apa yang belum aku lakukan untuk dirinya hingga membuat dia melakukan ini.


Terkadang cinta memaksa kita untuk belajar memahami. Meskipun dengan luka.


No comments:

Post a Comment