Sunday, December 30, 2012

Cinta Untuk Bulan Indah di Senyummu


Aku mencintaimu....
Aku terlalu rapuh, bahkan untuk menjaga  setiap keindahanmu
Setaip jengkal langkah yang ku tempuh akan terus menyirat kesedihan akan kehilangan
Aku membawamu telalu jauh dalam kesepian.. yang abadi..
Tapi sungguh, kamu lah alasanku untuk tetap tersenyum bahkan disaat badai sekali pun
Caramu tersenyum, seolah dedauan runtuh menjadi abu
Cahaya matahari yang menerpa wajahmu, mampu berpendar indah meski hanya disudut mataku.
Hanya kamu alasanku untuk tetap melihat bulan setiap malam.
untuk tetap merasakan angin yang menyapu indah setiap helai rambutmu.
seakan melihatmu saja sudah mampu membantuku untuk tetap bernafas lebih lama..

maafkan aku
yang mencintai sang rembulan terlalu dalam
dan tak mampu menjadi sesuatu yang abadi untuk senyumnya.
Yang rela membiarkan luka dalam dadanya terus menganga

Namun ternyata hidup tanpamu sama sekali bukan hidup
Waktuku terlalu singkat, bahkan untuk mendengar deru nafas yang kau hembus di kedalaman hati
Namun aku mencintaimu, mencintai dengan tubuh rapuhku.
Mencintai mu dengan segenap ketulusan.
Aku mencintaimu tak peduli betapa cepat waktu mengejarku
aku mencintaimu seperti edelweis yang rela jiwa-jiwanya pergi hanya karna tidak ada cara lain untuk mencintaimu.
aku mencintaimu... bahkan hingga kelopak mataku tertutup selamanya, rasa ini akan tetap bersinar diujung jagat raya.
mengapa harus menangis ketika kamu bisa melihat cahaya disaat gelap menerpa.?
Walaupun aku telah tiada....

No comments:

Post a Comment