Aku mencintaimu....
Aku terlalu
rapuh, bahkan untuk menjaga setiap
keindahanmu
Setaip jengkal
langkah yang ku tempuh akan terus menyirat kesedihan akan kehilangan
Aku membawamu
telalu jauh dalam kesepian.. yang abadi..
Tapi sungguh, kamu lah alasanku untuk tetap tersenyum bahkan
disaat badai sekali pun
Caramu tersenyum, seolah dedauan runtuh menjadi abu
Cahaya matahari yang menerpa wajahmu, mampu berpendar indah
meski hanya disudut mataku.
Hanya kamu alasanku untuk tetap melihat bulan setiap malam.
untuk tetap merasakan angin yang menyapu indah setiap helai
rambutmu.
seakan melihatmu saja sudah mampu membantuku untuk tetap
bernafas lebih lama..
maafkan aku
yang mencintai sang rembulan terlalu dalam
dan tak mampu menjadi sesuatu yang abadi untuk senyumnya.
Yang rela membiarkan luka dalam dadanya terus menganga
Namun ternyata hidup tanpamu sama sekali bukan hidup
Waktuku terlalu singkat, bahkan untuk mendengar deru nafas
yang kau hembus di kedalaman hati
Namun aku mencintaimu, mencintai dengan tubuh rapuhku.
Mencintai mu dengan segenap ketulusan.
Aku mencintaimu tak peduli betapa cepat waktu mengejarku
aku mencintaimu seperti edelweis yang rela
jiwa-jiwanya pergi hanya karna tidak ada cara lain untuk mencintaimu.
aku mencintaimu... bahkan hingga kelopak
mataku tertutup selamanya, rasa ini akan tetap bersinar diujung jagat raya.
mengapa harus menangis ketika kamu bisa
melihat cahaya disaat gelap menerpa.?
Walaupun aku telah tiada....
No comments:
Post a Comment