Aku berdiri sedikit limbung memikirkan hubungan ku dengan dia
akhir-akhir ini. Hubungan tanpa pertengkaran memang tidaklah mungkin,
bahkan banyak orang bilang bahwa pertengkaran lah yang dapat membuat
satu hubungan mampu lebih kuat dari sebelumnya. Tapi apakah itu berlaku
juga untukku?
Matanya yang sendu isyaratkan hal lain, berbeda, tak lagi sama. Helaan nafasnya saat berada disampingku tak lagi menggebu seperti beberapa bulan yang lalu. Lembut suaranya memudar seiring dengan deru ombak yang kian menjauh. Genggaman tangannya terlepas setiap aku coba untuk menggapainya.
Terkadang dua hati yang memutuskan untuk saling berkaitan dalam satu hubungan pasti mengalami masa-masa sulit. Mengalami rasa bosan, menghadapi berbagai cobaan. Apakah ini salah satunya?
Bukan hanya sekali dua kali pertengkaran ini tersulut. Tetapi sudah menjadi angin yang tiap hari aku hirup. Bahkan hal sepele saja mampu mebuat amarah nya melebur. aku kembali mengingat beberapa potong adegan saat semuanya masih sama, genggamannya, tatapannya, suara cintanya yg sering kali iya sisipkan ketika malam menyambut. Rasanya sudah beberapa dekade yang lalu, sangat jauh! Sampai rasanya aku tak percaya pernah mengalami hal seindah itu dengannya jika mengingat keadaan kami sekarang ini.
Apakah cinta itu sudah hilang? Tidak! Aku menyangkalnya dengan seluruh kekuatan yang aku miliki. Aku mencintainya dan yakin hal itu benar. Tapi apakah dia merasakan keyakinan tersebut? Hati ku goyah akan pertanyaan yang aku sendiri tak mampu menjawabnya. Terlalu klise jika aku membahas betapa indahnya cinta yang dulu dia miliki. Tapi aku meridukannya, merindukan setiap jengkal tubuh hangatnya yang memeluku erat.
Aku bisa apa?
Ketika wajahnya tak menginginkan lagi kecupanku.
Aku mampu berbuat apa?
Jika memang singgasana hatinya tak lagi menjadi miliku..
Matanya yang sendu isyaratkan hal lain, berbeda, tak lagi sama. Helaan nafasnya saat berada disampingku tak lagi menggebu seperti beberapa bulan yang lalu. Lembut suaranya memudar seiring dengan deru ombak yang kian menjauh. Genggaman tangannya terlepas setiap aku coba untuk menggapainya.
Terkadang dua hati yang memutuskan untuk saling berkaitan dalam satu hubungan pasti mengalami masa-masa sulit. Mengalami rasa bosan, menghadapi berbagai cobaan. Apakah ini salah satunya?
Bukan hanya sekali dua kali pertengkaran ini tersulut. Tetapi sudah menjadi angin yang tiap hari aku hirup. Bahkan hal sepele saja mampu mebuat amarah nya melebur. aku kembali mengingat beberapa potong adegan saat semuanya masih sama, genggamannya, tatapannya, suara cintanya yg sering kali iya sisipkan ketika malam menyambut. Rasanya sudah beberapa dekade yang lalu, sangat jauh! Sampai rasanya aku tak percaya pernah mengalami hal seindah itu dengannya jika mengingat keadaan kami sekarang ini.
Apakah cinta itu sudah hilang? Tidak! Aku menyangkalnya dengan seluruh kekuatan yang aku miliki. Aku mencintainya dan yakin hal itu benar. Tapi apakah dia merasakan keyakinan tersebut? Hati ku goyah akan pertanyaan yang aku sendiri tak mampu menjawabnya. Terlalu klise jika aku membahas betapa indahnya cinta yang dulu dia miliki. Tapi aku meridukannya, merindukan setiap jengkal tubuh hangatnya yang memeluku erat.
Aku bisa apa?
Ketika wajahnya tak menginginkan lagi kecupanku.
Aku mampu berbuat apa?
Jika memang singgasana hatinya tak lagi menjadi miliku..
Yonaluverina
No comments:
Post a Comment