Friday, September 13, 2013

Terlalu cepat



Pernah kah kamu berfikir bahwa kamu merasakan cinta pada pandangan pertama? Dulu, menurutku itu hal yang konyol, karena aku beranggapan cinta akan muncul seberapa lama dan kuat kita saling berkomunikasi dan mengenal satu sama lain. Cinta juga akan muncul  jika kita mulai membuka hati untuk orang yang telah kita kenal sebelumnya.

Lalu apa yang terjadi sekarang? Ku telan bulat-bulat pernyataanku dengan telak. Cinta memang tidak akan pernah bisa terbayangkan sebelumnya. Tidak akan pernah kalian duga, semua muncul begitu saja dengan instan tanpa kau mengerti sama sekali. Seolah kita makhluk bodoh yang langsung menaruh hati pada seseorang yang baru kita kenal. 

Aku hanya sekali melihat kearah wajahnya, lalu ada sebuah gerakan dari bibirnya yang tersimpul manis keatas, membuat aku tidak tahan untuk melakukan hal yang sama. Dan pada saat itu juga hatiku memilih, menentukan dimana dia harus berlabuh setelahnya. Hal konyol pertama yang kulakukan adalah menyangkal getaran itu dan berusaha memalingkan wajah. Usaha yang aku tahu sangat tidak berhasil, aku justru membayangkan lagi senyumannya tadi.

Kehadiran dia yang mendadak dari pertemuan biasa yang tidak pernah aku duga membuat segalanya menjadi kacau. Hanya dengan beberapa kali melihatnya tersenyum apakah mungkin aku langsung memendam perasaan hangat yang sudah lama tidak aku rasakan. Ini benar-benar diluar nalar dan akal sehat yang bisa aku terima selama ini. 

Apasih yang telah dia lakukan ? seolah dirinya sangat penting.

***

Ini kedua kalinya aku menelan sendiri apa yang aku katakan. Ternyata........ dia penting. 

Hanya dalam beberapa hari dia sanggup merubah dan menggeser hidupku menjadi abnormal. Hanya dengan senyumannya hidupku tidak pernah sama lagi. Ini benar-benar hal gila. Dia membuat aku merasa seperti orang bodoh yang sangat mudah untuk menerima kehadirannya, yang seharusnya masih sangat asing bagiku. 

Hanya dalam frekuensi pertemuan yang sangat singkat ini aku merasa lebih berarti, aku merasa dibutuhkan dikehidupannya yang sama sekali belum aku kenal. Dia selalu membawaku ke dalam suatu hal yang baru. Dan kini, hari demi hari aku kian menaruh sesuatu yang lain dihatinya. Seperti telah mengikat sesuatu yang kasat mata. Tidak jelas, namun aku tahu ada sesuatu yang membuat kami tidak sanggup untuk berjauhan. Perasaan janggal yang konyol bukan? Tapi toh nyatanya aku bahagia.

Perbincangan singkat yang tercipta beberapa hari ini juga menjadi sesuatu yang sulit aku tinggalkan. Seolah aku telah hidup sekian lama dan berteman dengan percakapan kecil kami yang hangat dan menyenangkan. Seolah aku telah menunggu hal itu beberapa tahun ini. Seolah pertemuan dengannya adalah sesuatu yang sangat aku syukuri. 

Dan kini aku tidak pernah tahu kemana arah hati dan genggaman tangannya akan terpaut. Pertemuan singkat ini telah merubah segala hal tentang hidup dan pandanganku. Namun hanya satu hal yang aku tahu, aku hanya ingin selalu seperti ini, berada dalam dekapan senyum dan tawanya.

3 comments:

  1. Keren,
    susunan kata-katanya tuangan dari hati langsung atas apa yg sedang kamu rasakan...:)

    ReplyDelete
  2. Andai ini bukan lah puisi, mungkin senyum adalah hal yg paling sering menjamah, karena tulisan ini terbaca dengan hati, ya hati.. 3

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete